Rubby University Blog

Rubby University Blog Life welcome to my university blogspot

Rabu, 05 November 2014

Pengaruh Teknologi pada Pendidikan (Latihan 17 Rubby 705140009)



Pengaruh teknologi pada pendidikan
Pengertian teknologi
     Pengertian teknologi menurut KKBI adalah metode bersistem untuk merencanakan, menggunakan, dan menilai seluruh kegiatan pengajaran dan pembelajaran dng memperhatikan, baik sumber teknis maupun manusia dan interaksi antara keduanya, sehingga mendapatkan bentuk pendidikan yg lebih efektif.
     Pengertian teknologi menurut pandangan para filsuf Yp Simon (1983). Mengatakan bahwa, teknologi adalah suatu displin rasional yang dirancang untuk meyakinkan penguasaan dan aplikasi ilmiah.
Paul Saetiles (1968). Mengatakan bahwa,  teknologi selain mengarah pada permesinan, teknologi meliputi proses, sistem, manajemen dan mekanisme kendali manusia dan bukan manusia.
Pengetian pendidikan
     Pengertian pendidikan menurut KBBI adalah  proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dl usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat bangsa tertentu
     Definisi pendidikan menurut wikipedia

     Langeveld pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa (atau yang diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku, putaran hidup sehari-hari, dan sebagainya) dan ditujukan kepada orang yang belum dewasa.

     John Dewey Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan sesama manusia.

     J.J. Rousseau Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang ada pada masa kanak-kanak sampai remaja yang nantinya akan dibutuhkan pada saat kita dewasa nanti.

 

 

Definisi teknologi pendidikan teknologi pendidikan adalah suatu cara yang sistematis dalam mendesain, melaksanakan, dan mengevaluasi proses keseluruhan dari belajar dan pembelajaran dalam bentuk tujuan pembelajaran yang spesifik, berdasarkan penelitian dalam teori belajar dan komunikasi pada manusia dan menggunakan kombinasi sumber-sumber belajar dari manusia maupun non-manusia untuk membuat pembelajaran lebih efektif. Tujuan utama teknologi pendidikan yaitu membuat suatu pembelajaran menjadi lebih efektif dan nyaman.

Teknologi pendidikan menurut sudut pandang psikologi Keberhasilan pendidik dalam melaksanakan berbagai peranannya antara lain akan dipengaruhi oleh pemahamannya tentang perkembangan peserta didik. Oleh karena itu agar sukses dalam mendidik, kita perlu memahami perkembangan, sebab hal ini membantu kita dalam memahami tingkah laku. Tingkah laku siswa sendiri dipelajari dalam suatu ilmu yang disebut sebagai psikologi. Dengan metode mengajar yang ilmiah, diharapkan proses belajar mengajar itu lebih terjamin keberhasilannya. belajar dengan cara menyenangkan bagi siswa, kurang mendapatkan perhatian para pendidik. Sebagian besar guru mengajar dengan metode ceramah dan “menjejali” anak dengan materi pelajaran untuk mengejar target kurikulum. Akibatnya hasil pendidikan kurang dengan apa yang diharapkan sesuai dengan kurikulum. Sebaiknya para pengajar mulai berbenah diri agar dapat menghasilkan peningkatan pada mutu pendidikan kita.


Daftar pustaka
Miarso, Yusufhadi, (2009). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta : Kencana
Prawiradilaga, Dewi Salma dan  Eveline Siregar. (2008). Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta : Kencana
Abdullah, Ishak. (2001). Filsafat Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Hasbullah. (2005).  Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: RajaGrasindo Persada.
Dasar pendidikan. (2014, Januari, 19). Wikipedia. Diunduh dari http://id.wikipedia.org/wiki/Dasar_Pendidikan


























Metode-metode teknologi pendidikan
1.    Sitem berpikir Sistem berpikir menjadikan kita untuk lebih hati-hati dengan munculnya tiap mode di dunia pendidikan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya perubahan yang tidak kita inginkan. Tanpa sistem berpikir kita akan sulit untuk mengadakan peningkatan riil di bidang pendidikan.
2.      Kualitas pengetahuan Ilmu pengetahuan yang berkualitas telah menjadi alat yang sangat berharga dalam inovasi pendidikan/ sekolah
3.      Teknologi Pembelajaran
     Peralatan pengajar elektronik Pelajaran elektronik ini mengubah cara mengkomunikasikan belajar.
     Pembelajaran yang didesain metode dan strateginya diperlukan untuk membuat peralatan elektronik yang efektif.

    

Minggu, 05 Oktober 2014

powerpoint Field Trip ke Kampung Betawi



















Pertemuan ke X ( eksistensialisme)

Eksistensialisme
Eksistensialisme
    Ex                        => keluar
    Sintesia (Sistere) =>  Bediri
     *Manusia baru menemukan diri sebagai aku jika keluar dari dirinya sendiri.
Arti secara filsafat: 
    Suatu aliran dlam filsafat yang pokok utamanya adalah manusia & cara berada manusia yang               khas di tengah makhluk lainnya.


Beberapa tokoh yang menganut gaya eksistensialisme:
    -Kierkegaard
    -Edmund Husserl
    -Martin Heidegger
    -Gabriel Maecel
    -Jean paul Sartre
Ada 1 hal yang sama dari para tokoh => Filsafat bertitik tolak pada manusia konkrit.
          *Eksistensi mendahului Esensi (Hakikat)


Ciri-ciri eksistensialisme:
- Motif pokok adalah eksistensi
- Bereksistensi harus diartikan secara dinamis (Segala aktivitas; berfikir; merencanakan;membuat ;        menjadi;dkk)
- Manusia dipandang terbuka, belum selesai. (Manusa selalu penuh misteri).
cnth: manusia yang hari ini berbeda dengan manusia yang besok (belum berhenti).
- Manusia terikat pada dnuia sekitar
-Memberi penekanan pada pengalaman konkrit.


Siapa Kierkegaard
-Seorang keturunan Denmark; belajar teologi namun tidak selesai
-Mengalami krisiss saat 3 saudara; ayah & ibu meninggal.
-Sempat menjauh dari teman-temannya & agama.
-1849 kembali ke agamanya.
-Ia meninggal tahun 1855
-Dikenal sebagai bapa eksistensialisne (50 tahun setelah kematiannya).

Pokok-pokok ajaran Kierkegaard:
-Mengkritik Hegel (Menurut Kierkeggard memandang bahwa Hegel adalah pemimpin besar; tapi                                       Hegel melupakan eksistensialisme manusia. Karna adanya dialektika.)
-Yang ada adalah manusia Konkret yang semua penting, berbeda, & berdiri dihadapan Tuhan.                     Manusa itu eksistensi
-Eksistensi pada Kierkegaard ( Merealisir diri, mengikat diri dengan bebas, & mempraktekannya.)
-Hanya manusia yang bereksistensi (Menjadi dalam waktu seperti ia akan ada ).


Wktu & keabadian
Setiapa orang adalah campuran dari keterhinggaan &ketakterhinggaan.(Manusia bergerak menuju Allah. "Saat" adalah titik dimana waktu & keabadian bersatu.
-Eksistensi manusia bukan hanya sekedar suatu fakta tapi lebih dari tu. 
-Eksistensi manusia adalah tugas yang harus di jal
Seseorang menyelam dalam keramaian( sehingga tidak dapat berestensi). melaikan harus berpegang pada individu.
Publik & Individu
manusa haru berani ngomong saat hanya dirinya sendiri bukan saat publik / rame".
Publik itu bukan realitias, hanya abstrakis belaka.
Orang sering berusaha menggabungkan diri dalam kelompkok dengan mengumpulkan tanda tangan.
(hanya orang lemah mengandalkan diri pada kekuatan numerik.)




Siapa Jean Paul Sartre?

Jean Paul Sartre
      -Lahir di paris 16 July 1905
      -tahun 1929 menjadi guru.
      -tahun 1931-1936 dosen filsafat di le Havre
      -tahun 1941 menjadi tawanan perang. (Eksistensialisme yang mempengaruhi kebebasan)
      -tahun 1942-1944 menjadi doesen Loycee pasteur
      -Seorang yang banyak menulis karya filsafat & sastra. (dipengaruhi oleh hesserl & heidegger).



Pemikiran-pemikiran Sartre:
-Sulit untuk menjabarkan karna kurang sitematis.
-Bagi sartre, manusia mengada dengan kesadaran sebagai diri sendiri.
-Keberadaan manusia mendahului esensi dalam diri kita.
      *Dibedakan menjadi "berada dalam diri" & "Berada untuk diri"
  -Berada dalam diri=> Berada dalam dirinya sendiri. (segala yang ada dalam diri memuakan).
  -Berada untuk diri=> Berada yang dengan sadar akan dirinya (cita-cita manusia).
-Asas pertama untuk mengenal manusia adalah dengan mendekati subjektivitasnya.

 
Ada beberapa hal yang mengurangi Kebbebasan manusia:

-   Tempat kita berada: situasi yg memberi struktur pd kita, tp juga kita beri struktur.
-   Masa lalu: tdk mungkin meniadakannya krn masa lampau menjadikan kita sebagaimana kita sekarang ini.
-    Lingkungan sekitar (Umwelt):
-    Kenyataan adanya sesama manusia dg eksistensinya sendiri.
-   Maut: tdk bisa ditunggu saat tibanya, walaupun pasti akan tiba.



Pertemuan ke VIII ( Manusia & Afektivitas nya.. Kebebasan.)

Kekayaan dan kompleksitas afektivitas manusia
    -Yg membedakan manusia dengan mahluk hidup lainnya => afektivitasnya.
    -Afektivitas =>  membuat manusia berada di dunia, berpartisipasi dg org lain.
    -Afektifitas  => mendorong org utk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif.
Cara hadir kita di dunia diperdalam => afektivitas.

Bagaimana disposisi afektif dasariah si subyek terhadap obyeknya
       Seluruh kehidupan afektif berputar pd dua kutub yg bertentangan satu sama lain,mengarah pd obyek krn menyukainya, atau berpaling darinya (menganggapnya buruk). 
Cinta => buah afektivitas positif, 
Benci => buah afektivitas negatif. Sebenarnya cintalah yg paling dasariah.

Sikap yang di ambil Avektivitas (Berhadapan dengan objek):
Jika terhadap obyek yg dianggap berguna => subyek mencintainya (cinta utilitaris/bermanfaat).




Sifat subjek dapat ditentukan secara afektif oleh objeknya. (di bedakan dengan perasaan & emosi):
Keadaan afektif yg berbeda-beda => ‘hasrat-hasrat jiwa’ (Thomas Aquinas).
Suasana hati => dapat mempengaruhi.




yang erupakan perbuatan Afektif:

-Hidup afektif /afektivitas=> seluruh perbuatan afektif yg dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya.

-Perbuatan afektif sedikit mirip dg  ‘perbuatan mengenal’ (dianggap perbuatan vital/imanen). Tapi ada perbedaan =>perbuatan afektif itu lebih pasif, sedangkan pada ‘perbuatan mengenal’ subyek membuka diri pd obyek.

Kondisi afektivitas manusia:
-Agar ada afektivitas (perlu suatu ikatan kesamaan antara subyek dan obyek).

Kebebasan
Kebebasan
   Sebagai bagian dari eksistensial manusia( hdup di ruang dan waktu).
-Arti umum ( Konteks negatif)            : tidak ada paksaan; tidak ada hambatan & tdk ada halangan.
-Arti khusus (Kebebasan eksistensial) : Selalu berusaha menjadi baik (Teori Whitehead). Bebas                                                                           menentukan bagi diri sendiri; mampu mengungkap ke                                                                             eksistensialannya.
  


Jiwa dan kebenaran
       Perdebatan tentang kebebasan sudah sangat lama.

-Keberadaan atau eksistensi jiwa dalam Tubuh, membantu memampukan manusia untuk                         menghadirkan diri secara total di dunia ,beserta perbuatannya.
    (Karna ada jiwa di dalam tubuh yang membantu dan menggerakan  ,merasakan,dll).
-Dalam fungsi menentukan perbuatan ;jiwa berhubungan dengan kehendak bebas.(Adanya unsur             bebas di dalamnya => sehingga prilaku adalah titik temu antara pengaruh dan tekanan).

Teori Erich Fromm => Sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan kebebasan.
                           (Artinya ada beberapa hal yang menyebabkan manusia tidak bebas).

Pandangan Determinisme:
       Determinisme => Aliran yang menolak kebebasa sebagai kenyataan hidup bagi manusia (stiap                                         kejadian di sebabkan karna peristiwa lain. bukan karna manusiannya).                                                
Alasan Determinisme:
           - karna adanya determinisme biologis(kebebasan di batasi oleh biologis kita)
           - Karna adalnya determinisme psikologis
           - Karna adalnya determinisme sosial
           - Karna adalnya determinisme teologis
 
Jenis-jeniskebebasan:
- Kebebasan horizontal                                =>   Berkaitan dengan kesenangan, dan bersikap spontan.
- Kebabasan vertikal                                    =>   Moral, pertimbangan tujuan, tingkat nilai.
- Kebabasan Eksistensial ( bersifat positif)  =>   Punya harkat dan martabat, punya kebebasan                                                                                           memilih




Sejarah perkembangan masalah Kebebasan:
Era Abad Pertengahan:
-Sejak zaman yunani tidak memberikan jawaban. (karna di yunani kuno banyak mitor-mitos. semua                hal berada di bawah nasib menurut mreka).
- Menurut Yunani manusia adalah bagian dari alam.
          (Filsuf prtmana Yunani adalah Tales " apakah hakikat terdalam/Atau dasar dari alam ini?".).
- Manusia terpengaruh dengan hal yg bersikap cycle.

Era modern:
-Bersfifat perpektif teosentrik ( digantikan dengan prepektif antroposentrik.

Era sekarang:
-Di permasalahkan dari sudut pandang sosial

Kebebasan menurut pemikiran Timur:
-Cenderung melihat sebagai pembebasan dari kendala keinginan egoistik & dari kecemasan untuk                mencapai kesatuan dan pengendalian diri...




pertemuan ke VII ( JIWA & BADAN)

Badan & Jiwa
      -Satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.( Keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.)

2 aliran:
*monoisme => Mono (1)
       -meilaht tubuh & jiwa satu kesatuan.
*Dualisme
       -melihat Tubuh dan jiwa berbeda.


Pengetian lebih detail:
    Monoisme  => Aliran yang melihat tubuh & jiwa sebagai satu kesatuan yang tidak dapat                                              dipisahkan.
Punya 3 macam variable:
   -Materialisme   => Materi& benda sebagai dasar segala hal yang ada  ;  Jiwa tidak punya esistensi         (Fisikalisme)        (butuh badan untuk membantu).
   - Identitas         => Menekankan hal berbeda dari materialisme ;  tapi mengekui aktivitas mental.                                        (Perbedaan jiwa & raga hanya pada artinya, tapi 2 elemen yang sama).
   - Idealisme       => Ada unsur-unsur yang idak dapat di helaskan secara materialisme (Nilai &                                             makna ; pengetahuan) menjadi dasar bagi descartes <corgito ergosum>

     Dualisme    => Aliran yang melihat badan& jiwa adalah 2 hal yang berbeda.
Pandangan MONOISME bertentangan dengan hakikat manusia.
   -plato   => * Badan sifat sementara.
                     * Jiwa sifat abadi.
Kelemahan matereliasme   => tidak bisa melihat pengalaman secara personal.


Badan Manusia:
    -Badan => Elemen dasar dalam mebnetuk pribadi manusia.
  Menurut pandangan traditional :
   Badan => kumpulan bernagai etinitas material ang membentuk manusia(bersifat mekanis).
     
Jiwa Manusia:
    badan tidak memiliki apa-apa tanpa jiwa.

Pandangan Tradisional
     Jiwa => Mahluk halus; Karna tidak dapat di tangkap oleh indra.
                   (Harus Dipahami sebagai kompleksitas dalam kegiatan mental).
 
Menurut Agustinus : Manusia hanya bisa melakukan penilaian karna dorongan dari jiwa.

Kamis, 02 Oktober 2014

pertemuan ke VI ( Filsafat manusia)

  Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia
  Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia (origin of human life), hakikat hidup manusia (the nature of human life), dan realitas eksistensi manusia
  Hasrat untuk tahu siapa dan apakah manusia.
  Maka, filsafat manusia menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.

Manfaat belajar Filsafat manusia adalah:
}  Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib (sampai tingkat tertentu) menyelidiki arti yang dalam dari “yang ada”
}  Manusia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
       Boleh saja tidak harus tahu segala hal, tapi sekurang-kurangnya harus mengenal dan mengerti diri sendiri secara mendalam agar dapat mengatur diri dalam hidup ini.
Metode Filsafat Manusia:
¡  Sebagai bagian dari filsafat, cara kerja filsafat manusia juga sama dengan filsafat pada umumnya
¡  Yaitu: refleksi, analisa transendental dan sintesa
¡  Juga: ekstensif, intensif dan kritis
Objek Filsafat Manusia:
¡  Objek material: manusia
¡  Objek formal: esensi manusia, strukturnya yang fundamental
Struktur fundamental bukan fisik melainkan struktur metafisik yakni intisari, struktur dasar, bentuk terpenting manusia, dinamisme primordial manusia yang diketahui melalui daya pikir, bukan penginderaan
Kata Max Scheler dan Heidegger:
Tak ada zaman, seperti zaman sekarang di mana manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri atau menjadi problematik bagi dirinya. Tak ada pula masa di mana di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, manusialah paling kurang tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya
Kata A. Heschel tentang filsafat manusia dalam “Who is man?” Stanford University Press, 1965
¡  “filsafat mempunyai perhatian terhadap manusia dalam totalitasnya, bukan dalam aspek ini atau itu. setiap ilmu terspesialisasi (antropologi, linguistik, fisiologi, kedokteran, psikologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politik), betapapun kerasnya usaha mereka, mereka tetap membatasi totalitas dari individu dengan memandangnya dari segi salah satu fungsi, atau dari dorongan tertentu. Pengetahuan kita tentang manusia terpecah-pecah: kerapkali kita menggantikan keseluruhan dengan salah satu bagian. Kita berusaha menghindari kesalahan itu”
¡  Kekaguman
¡  Ketakjuban
¡  Frustrasi
¡  Delusi
¡  Pengalaman negatif
“aku menjadi masalah besar bagi diriku” kata Augustinus yang sedih karena kematian temannya
“karena kita adalah manusia yang akan mati…kita tidak akan puas dengan perubahan formasi sosial melulu, tetapi kita ingin mengetahui persoalan pribadi” (Adam Schaft)
Refleksi filosofis tentang manusia dapat tumbuh dari pengalaman akan kehampaan, alienasi, rutinitas, dan absurditas  sebagaimana digambarkan oleh Albert Camus

Apa saja yang dibahas dalam filsafat manusia?
¡  Mencari kekhasan manusia
¡  Manusia sebagai “ada-di-dunia”
¡  Evolusi
¡  Antarsubyektivitas (sosialitas manusia)
¡  Manusia sebagai eksistensi bertubuh
¡  Transendensi
¡  Manusia sebagai roh
¡  Pengetahuan manusia
¡  Kebebasan
¡  Kesejarahan/historisitas
¡  kebudayaan, sains dan teknologi
¡  Dimensi antropologis dari pekerjaan
¡  Manusia sebagai pribadi/persona
¡  Kematian dan harapan