Metode-Metode yang di gunakan untuk memperoleh Pengetahuan:
empirisme: metode yang mendapatakan pengetahuan dari pengalaman yang kita dapat masing-masing individu.
tokoh yang menjadi bapak empirisisme yaitu JOHN LOCKE ( Tabula Rasta). yang mengatakan bahwa manusia pada awalnya kosong atau tidak membawa apapun dari lahirnya. setelah dia lahir baru dia akan mendapatkan sifat emosi dan sebagainya.
Rasionalisme: sumber pengetahuan berasal dari akal budi. para pendukung rasionalis menyatakan bahwa kebenaran dan kesehatan berasal dari ide-ide dalam diri kita.
Fenomenalisme: Bapak Fenomenalisme adalah Immanuel Kant. Kant membuat uraian tentang pengalaman. Barang sesuatu sebagaimana terdapat dalam dirinya sendiri merangsang alat inderawi kita dan diterima oleh akal kita dalam bentuk-bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan jalan penalaran.
EPISTIMOLOGI adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang sumber,struktur, dan kebenaran pengetahuan.
Sifat Epistimologi:
•Secara kritisà mempertanyakan/menguji cara kerja,pendekatan, kesimpulan yg ditarik dlm kegiatan kognitif manusia
•Secara normatif à menentukan tolok
ukur/norma
penalaran tt
kebenaran pengetahuan
•Secara evaluatif à menilai apakah suatu
keyakinan,pendapat suatu
teori pength
dapat dipertanggungjawabkan dan
dijamin kebenarannya secara
logis dan
akurat
5 Teori kebenaran dalam ilmu pengetahuan:
~ Teori Korespondensi
kebenaran akan terjadi apabila subjek yakin bahwa objek sesuai dengan kenyataan dan dia yakini itu benar. teori korespondensi bersifat subjektif karena terletak pada orang nya bukan objek nya.
~ Teori Koherensi
kebenaran akan terjadi apabila ada beberapa pendapat dari beberapa subjek terhadap suatu objek. Sifat teori koherensi adalah objektif karen walau berbeda-beda pendapat subjeknya,benda itu tetap ada dan memang benar.
~ Teori Pragmatik
Kebenaran akan terjadi apabila objek tersebut memiliki kegunaan ( suatu barang akan benar jika itu dapat membantu pekerjaan tertentu manusia)
~ Teori Konsensus
Kebenaran akan terjadi jika terjadi sesuatu kesesuaian atau kesepakatan disertai alasan tertentu.
~ Teori Semantik
Kebenaran akan terjadi apabila orang mengetahui atau dapat menalar dengan jelas tentang arti suatu kata tertentu.
KEBENARAN: kesesuaian antara apa yang dipikirkan,dinyatakan dengan apa yang terjadi sebenarnya pada saat tertentu. Kebenaran sebagai suatu sifat pengetahuan disebut epistimologis.
kebenaran dalam bahasa Yunani yaitu al'etheia.
menurut PLATO kebenaran bearti ketaktersembunyian adanya atau ketersingkapan adanya.
•Menurut Plato bahwa selama kita terikat pada “yang ada” dan tidak masuk pada “adanya dari yang ada”, kita belum berjumpa dengan kebenaran, karena “adanya” itu masih tersembunyi.
•Aristoteles dalam memahami kebenaran lebih memusatkan perhatian pada kualitas pernyataan yang dibuat oleh subyek penahu ketika dirinya menegaskan suatu putusan entah secara afirmatif atau negatif.
menurut kaum positivisme logis kebenaran dibagi menjadi dua yaitu faktual dan nalar.
kebenaran FAKTUAL adalah tentang ada tidaknya secara faktual di dunia nyata.
Kebenaran NALAR adalah kebenaran yang bersifat pengulangan gagasan dan tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia yang ada sekarang.kebenaran nalar terdapat dalam Logika dan Matematika.
kebenaran nalar berbeda dengan kebenaran faktual, karena kebenaran faktual hanya terlihat ketika dibandingkan dengan yang lain. sedangkan kebenaran nalar bersifat mutlak dan tidak niscaya ( tentu atau pasti)
mengikuti THOMAS AQUINAS kebenaran dibagi menjadi dua yaitu kebenaran Ontologis dan
Kebenaran Logis.
Kebenaran Ontologis yaitu kebenaran yang terdapat dalam kenyataan, entah itu spiritual atau material yang ada.
Kebenaran Logis yaitu terdapat dalam akal Budi manusia yang tahu, karena adanya kesesuaian antara akal Budi dan Kenyataan yang sedang terjadi.