Rubby University Blog

Rubby University Blog Life welcome to my university blogspot

Senin, 22 September 2014

Pencabangan Filsafat Metafisika dan Aksiologi.. (pertemuan ke-2)

Pada awalnya Filsafat mencakup seluruh ilmu yang ada di dunia ini, tapi kemudian para cendikiawan semakin sistematis dan rasional sehingga Filsafat menjadi dikelompokan sesuai dengan cabang-cabang ilmu yang ada..

Tokoh-tokoh yang membagi Filsafat:

Aristoteles: Fils. Spektulatif/Teoretis, praktika, produktif. Analitika dan Dialektika masuk dalam metode dasar bagi pengembangan filsafat.
Christian Wolff (1679-1754): Logika, Ontologi, Kosmologi, Psikologi, Teologi Naturalis, Etika.
Will Durant (The Story of Philosophy, 1926): Logika, Estetika, Etika, Politika, Metafisika.
Eerste Nederlandse Systematich Ingerichte Encyclopaedie-ENSIE: Metafisika, Logika,  
Epistemologi, Filsafat Ilmu, Fils. Naturalis, Fils. Kultural, Fils. Sejarah, Estetika, Etika, Fils. Manusia.

wih banyak kan ni tokoh-tokoh nya... galau dah ngingetnya nihhh T_T

Jenis-Jenis pembagia Filsafat secara umum:
1.Epistemologi: Filsafat ilmu pengetahuan
2.Metafisika: Ontologi, Kosmologi, Teologi metafisik, Antropologi
3.Logika: Ilmu berpikir kritis
4.Etika: Filsafat tingkah laku
5.Estetika: Filsafat keindahan
6.Aksiologi: Filsafat Nilai
7.Filsafat Khusus berbagai disiplin ilmu: Fils. Pendidikan, Fils. Agama, Fils. Hukum, Fils. Ekonomi, dll.


kita Bahas satu-satu dulu yukk... cek it out.. hahahaha

METAFISIKA: meta ta physika = sesudah fisika
 artinya mencari sebuah hakikat atau kebenaran dari sebuah realita atau kenyataan.
Pembagian metafisika: Metafisika umum (ontologi) dan metafisika khusus yg meliputi: kosmologi, teologi metafisik, fils. Antropologi

    ~Metafisika umum(ontologi):
Membahas segala sesuatu yg ada secara menyeluruh dg cara memisahkan eksistensi dari penampilan 
  eksistensi itu.

   ~Metafisika Khusus(teologi  metafisik): 
             Kosmologi: ilmu yang mempelajari tentang dunia semesta 
             Teologi metafisik yang berargumen tentang kepercayaan kepada ALLAH di dunia yang penuh kejahatan di dunia ini.
            Filsafat Stoa segala sesuau dijadikan oleh kekuatan ilahi atau kekuatan alam yang sudah ada. 
David Hume: Tidak ada bukti yang benar-benar sahih yang membuktikan Allah ada
Hume:  menolak Allah dan kebenaran agama.
Feuerbach: religi tercipta oleh hakekat manusia sendiri, yakni egoisme


AKSIOLOGI: berasal dari bahasa Yunani Axios dan Logos yang bearti nilai dan ilmu. jadi aksiologi adalah ilmu yang membicarakan tentang tujuan dari ilmu pengetahuan itu sendiri.
aksiologi merumuskan suatu teori yang konsisten mengenai prilaku etis.
aksiologi memberikan jawaban untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu digunakan.

Aksiologi membedakan antara fakta dan nilai. kita lihat definisi dari masing-masing.
fakta adalah sesuatu yang ada dan berlangsung secara atau saat itu saja.fakta berperan dalam konteks deskripsi.
nilai adalah sesuatu yang berlaku atau sesuatu yang memikat kita. nilai memiliki peran dalam memberikan apresiasi.
3 ciri-ciri Nilai : ~ Nilai berkaitan dengan Subjek
                           ~ Nilai tampil dalam konteks praktis
                           ~ Nilai menyangkut sifat yang di tambah oleh subjek.

Nilai memiliki tingkatan hierarki tertentu misalnya: Nilai vital lebih tinggi dari Nilai Kesenangan. atau Nilai rohani lebih tinggi dari Nilai Vital.

Nilai moral adalah nilai yang memaksa orang tertentu untuk menerimanya,walaupun itu bertentangan dengan hasrat dan kepentingan pribadi kita.
ciri-ciri nilai moral: ~ Berkaitan dengan tanggung jawab kita.
                                ~ Berkaitan dengan hati nurani
                                ~ Mewajibkan
                                ~ Bersifat Formal.


AKSIOLOGI dibagi menjadi dua yaitu etika dan estetika.
etika adalah mengkaji prinsip dan konsep yang mendasari prilaku manusia
estetika adalah mengkaji tentang prinsip yang mendasari atas suatu penilaian tertentu.
estetika berkenaan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki manusia terhadap lingkungan dan fenomena di sekelilingnya.

Nilai itu bisa bersifat Objektif dan Subjektif. disebut Objektiv karena nilai-nilai tersebut tidak bergantung pada subjek atau kesadaran. tolak ukur nya bukan pada gagasan tapi pada objek nya,bukan pada subjek yang melakukan penelitian.

Nilai menjadi Subjektif apabila subjek memiliki peran dalam memberikan suatu penelian tertentu.
nilai subjektif selalu mementingkan berbagai pandangan yang dimiliki akal budi manusia.

peran Nilai bagi Kita di Jaman sekarang: - merupakan Objek bagi setiap tindakan kita
                                                                  - mengarahkan dan memberikan suatu daya tarik
                                                                  - untuk membangun hubungan sosial antar manusia
                                                                  - memperkuat identitas diri sebagai manusia






 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar