Rubby University Blog

Rubby University Blog Life welcome to my university blogspot

Kamis, 02 Oktober 2014

Pertemuaan ke V Etika dan Moral



       ETIKA berasal dari bahasa Yunani yaitu “ETHOS” yang memiliki arti kebiasaan.
       Istilah Moral dan Etika sering diperlakukan sebagai dua istilah yang sinonim.
       Hal-hal yang perlu diperhatikan adanya suatu nuansa dalam konsep dan pengertian moral dan etika :
Moral/Moralitas biasanya dikaitkan dengan system nilai tentang bagaimana kita harus hidup secara baik sebagai manusia
       Sistem nilai ini terkandung dalam ajaran berbentuk :Petuah-petuah, nasihat, wejangan, peraturan, perintah dan semacamnya yang diwariskan secara turun-temurun melalui agama atau kebudayaan tertentu tentang bagaimana manusia harus hidup secara baik agar ia benar-benar menjadi manusia yang baik.
Nilai adalah sesuatu yang berguna bagi seseorang atau kelompok orang dan karena itu orang atau kelompok itu selalu berusaha untuk mencapainya karena pencapaiannya sangat memberi makna kepada diri serta seluruh hidupnya. Norma adalah aturan atau kaidah dan perilaku dan tindakan manusia

ETIKA:
       Sebagai cabang filsafat, Etika sangat menekankan pendekatan yang kritis dalam melihat dan menggumuli nilai dan norma moral tersebut serta permasalahan-permasalahan yang timbul dalam kaitan dengan nilai dan norma-norma itu.
       Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok
Sedangkan etika justru mempersoalkan:
“Apakah saya harus melangkah dengan cara itu” ?
   
Etika memang pada akhirnya menghimbau orang untuk bertindak sesuai dengan moralitas, tetapi bukan karena tindakan itu diperintahkan oleh moralitas (nenek moyang, orang tua, guru), melainkan karena ia sendiri tahu bahwa hal itu memang baik baginya. Sadar secara kritis dan rasional bahwa ia memang sudah sepantasnya bertindak seperti itu.Etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk bertindak secara otonom dan bukan heteronom.Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas dan dapat dipertanggungjawabkan karena setiap tindakannya selalu lahir dari keputusan pribadi yang bebas dengan selalu bersedia untuk mempertanggungjawabkan tindakannya itu karena memang ada alasan-alasan dan pertimbangan-pertimbangan yang kuat mengapa ia bertindak begitu atau begini.

      Etika Deskriptif; Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika Deskriptif berbicara mengenai fakta apa adanya, yaitu mengenai nilai dan pola perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit yang membudaya. Ia berbicara mengenai kenyataan penghayatan nilai, tanpa menilai, dalam suatu masyarakat, tentang sikap orang dalam menghadapi hidup ini, dan tentang kondisi-kondisi yang memungkinkan manusia bertindak secara etis.

a.       Moral Secara Umum
        #             Moral adalah Norma (biasanya dirumuskan dalam bentuk perintah  dan larangan )                               untuk menata sikap bathin dan perilaku lahiriah.
        #             Moral dibagi menjadi dua: Moral filosofis dan moral teologis.
        #             Moral filosofis didasarkan pada penalaran akal budi dan pengamatan. Mis: moral                             pancasila.
        #             Moral teologis didasarkan pada wahyu atau kitab suci yang ditafsirkan oleh otoritas                        intansi agama ybs
1. Etika Normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
2.Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab, norma-norma, dsb.

3. Etika Deskriptif; Berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan pola prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.
       Etika Deskriptif berbicara mengenai fakta apa adanya, yaitu mengenai nilai dan pola perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit yang membudaya. Ia berbicara mengenai kenyataan penghayatan nilai, tanpa menilai, dalam suatu masyarakat, tentang sikap orang dalam menghadapi hidup ini, dan tentang kondisi-kondisi yang memungkinkan manusia bertindak secara etis.

Ciri-ciri Etika Profesi:
          Adanya pengetahuan khusus,
        Biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
          Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi.
        Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
          Mengabdi pada kepentingan masyarakat,
        artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
          Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi.
        Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untukmenjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
          Menjadi anggota dari suatu profesi.


 Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.

Tujuan Kode Etik:
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para          anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan       terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri



pertemuan ke-IV



Subjektivisme:
      - Kayakinan yang di anut oleh individu.
 
Ciri-ciri Subjektivisme:
- Mengagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental (Sejarah; Kepercayaan; dkk)
-Pengalaman subyektif ( Dari Inderawi-inderawi).
-Prinsip subyektif tentang alasan cukup.


Menurut Tokoh-tokoh:

1. Descartes (Seorang rasionalis)
          -Corigito Ergosum (Saya berfikir;saya ada)
           Ketika beberapa dari kita berfikir tidak hanya pada penalaran ; tapi secara inderawi juga di 
           rasakan (Secara Sadar).
2. John Locke 
  - Rasionalisme epistemologi =>  menghubungkan saya dengan “apa yg lain” dari diri saya.
  - Idealisme Epistemologi      =>  setiap tindakan mengetahui berakhir di dlm suatu ide (Suatu Subjektif Murni). peristiwa murni "Kapan harus memulai dan kapan harus mengakhiri").
 Sesudah Rene descartes banyak filsuf yang mengandaikan satu-satunya hal yang tidak dapat di pahami => Diri sendiri.

Pengetahuan tentang diri sendiri adalah pengetahuan langsung.
Semua pengetahuan di luar aku = Meragukan.

Pengetahuan yang murni: Aku terlibat; Sadar; Berfikir & ikut masuk dalam masalah tersebut.
pengetahuan yang bukan aku -> pengetahuan tidak langsung,

Descartes menolak skeptisme yang membawanya justru ke arah subyektivisme.
     -karna sikap skeptisme kita tidak pernah tahu apapun.
     - ia meragukan pengalaman inderawi dalam menjamin kebenaran.(Rasionalisme).
     -kebenaran bukan dari indera kita tapi dari pikiran-pikiran kita.
     -Solipsisme =>bhasa Latin
     -Solus dan ipse = “ia sendiri pada dirinya”


Objektivisme
    Pandangan yang menekankan pengetahuan manusia punya ciri-ciri diluar keyakinan & kesadaran        individu.
Berpatokan pada tolak ukur objek itu sendiri.
tidak tergantung pada pemikiran orang lain.
3 dasar pandangan objektivisme:
-kebenaran independent (Terlepas dari diri sendiri).
-kebenaran berasal dari bukti faktual (Bukti konkrit).
-kebenaran hanya bisa disadari dari pengalaman inderawi.
Syarat-syarat yang harus di penuhi:
1. objek harus sesuai dengan indra.
2. organ hindra haris sehat dan normal.
3. ditangkap melalui media ( jadi media harus ada terlebih dahulu).

Objek Khusus : hanya menggunakan satu indra.
Objek Umum  : menggunakan lebih dari satu indra.

Sifat-sifat Objek:
-Umum : objek yang sama dapat di presepsikan oleh pengamat yang tak ternatas jumlahnya.
-Permaneen baik dipersepsikan atau tidak.


Konfirmasi:
      Penegasan; Memperkuat( Dari bahasa Inggris => Confirmation).
      Fungsi   : Untuk menjelaskan ;menegaskan & memperkuat apa yang di dapat dari fakta.

2 Aspek Konfirmasi:
1. Kualitatif    : Ada kadangkala fakta yang tidak dapat di dasarkan dengan cara kuantitatif.( hanya                               bisa secara kata-kata atau naratif).
2. Kuantitatif  : Memastikan kebenaran ;ilmu mengemukakan komfirmasi aspek ini (dengan angka).
                          seperti mengumpulka sampel dan akhirna membuat suatu kesimpulan yang bersifat                               umm.


Konfirmasi berusaha mencari hubungan yang normatif antar hipotesis (Kesimpulan yang sementara) yang sudah di ambil fakta-fakta (evidensi).

                    Bila sesuai dengan hipotesis => konfirmasi => ilmu pengetahuan.

3 jenis Konfirmasi:
- Decision Theory    => Kepastian berdasarkan keputussn (Hunungan fakta yang punya kegunaan).
- Estimation Theory => Kepastian dengan peluang( Probabilitas).
- Reliability Theory  => Kepastian dengan  mencermati stabilitas fakta (Walaupun fakta berubah Tetap sama selama ilmu yang di hubungkan sama.)
Jenis-jenis Interfensi:
- Deduktif    => Umum ke khusus
- Induktif     => Khusus ke Umum

Interfensi deduktif {dibagi 2}:
-Interfensi Langsung             : Satu pernyataan (Penarikan kesimpulan dari 1 pernyataan).
-Interfensi Tidak Langsung   : 2 pernyataan / 2 Premis.

Hukum Interfensi:
- premis benar         => Kesimpulan benar.
- premis salah          => kesimpulan bisa benar bisa salah.
- Kesimpulan salah  => Premis salah.
-kesimpulan benar   => Premis bisa benar bisa salah.

Konstruksi Teori:
Teori => Model/Kerangka pemikiran yang menjelaskan fenomena /sosial.

2 kutub Arti Teori:
kutub 1   => Teori sebagai hukum eksperimental.  (Hukum mendel tentang keturunan yang langsung                        di uji dengan observasi).
kutub 2   => Teori sebagai hukum Normal. (Teori relativitas Einsten).


Teori-teori bekembang:
1. Animisme => Percaya pada mitos.
2. Empiris     => Tolak ukur sederhana
3. Teoritis     => Gejala di empiris/ dijelaskan dengan teori.

Aliran-aliran Teori:
-Reduksionisme    => Suatu pernyataan abstrak ( tdk bisa diuju & diamati decara langsung).
-Intrumentalisme   => pernyataan observasi agar terarah & terkonstruksi.
-Radialisme           => Teori dianggap benar bila real.







Logika
    berasal dari bahasa Yunani , Logikos => sesuatu yang di ungkapkan/ di utarakan (Lewat bahasa).
    kata Logika di gunakan pertama kali oleh Zeno dari Citium (334-262 SM).

*Cabang-cabang Filsafat yang mempelajari ;menyusun& membahas asas"/ aturan formal untuk mencapai kebenaran(secara rasional).
Singkatnya: Ilmu pengetahuan & kecakapan untuk berfikir Lurus (Tepat).
Objek-objek Logika:
     Material   => Manusia
     Formal     => Kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran melalui pikiran & bahasa.

Manfaat Logika:

-Membantu setaip orang untuk mampu berfikir kritis; Rasional & metodis
-Mampu Mandiri.
-Menambah kecerdasan berfikir
-Meningkatkan skill bernalar
Macam-macam Logika:
Logika Kodrati (Suatu suasana ketika akal bekerja menurut hukum Logika secara sepontan,).
Logika Ilmiah   (Mempertajam akal sehingga lebih Teliti & Kesesatan dapat dihindari) => Mementingkan kesahan.

Logika Formal
        -Berbicara tentang kebenaran bentuk.
        - Disebut juga Logika Minor.
Sebuah kebenaran dikatakan sah bila konklusi yang kita tarik bersifat logis,

Logika Material:
  - Membahas tentang kebenaran isi
       - Disebut logika Mayor
Dikatakan benar jika sesuai kenyataan