Subjektivisme:
- Kayakinan yang di anut oleh individu.
Ciri-ciri Subjektivisme:
- Mengagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental (Sejarah; Kepercayaan; dkk)
-Pengalaman subyektif ( Dari Inderawi-inderawi).
-Prinsip subyektif tentang alasan cukup.
Menurut Tokoh-tokoh:
1. Descartes (Seorang rasionalis)
-Corigito Ergosum (Saya berfikir;saya ada)
Ketika beberapa dari kita berfikir tidak hanya pada penalaran ; tapi secara inderawi juga di
rasakan (Secara Sadar).
- Kayakinan yang di anut oleh individu.
Ciri-ciri Subjektivisme:
- Mengagas pengetahuan sebagai suatu keadaan mental (Sejarah; Kepercayaan; dkk)
-Pengalaman subyektif ( Dari Inderawi-inderawi).
-Prinsip subyektif tentang alasan cukup.
Menurut Tokoh-tokoh:
1. Descartes (Seorang rasionalis)
-Corigito Ergosum (Saya berfikir;saya ada)
Ketika beberapa dari kita berfikir tidak hanya pada penalaran ; tapi secara inderawi juga di
rasakan (Secara Sadar).
2. John
Locke
- Rasionalisme epistemologi =>
menghubungkan saya dengan “apa yg lain” dari diri saya.
- Idealisme Epistemologi => setiap tindakan mengetahui berakhir di dlm suatu ide (Suatu Subjektif Murni). peristiwa murni "Kapan harus memulai dan kapan harus mengakhiri").
Sesudah Rene descartes banyak filsuf yang mengandaikan satu-satunya hal yang tidak dapat di pahami => Diri sendiri.
- Idealisme Epistemologi => setiap tindakan mengetahui berakhir di dlm suatu ide (Suatu Subjektif Murni). peristiwa murni "Kapan harus memulai dan kapan harus mengakhiri").
Sesudah Rene descartes banyak filsuf yang mengandaikan satu-satunya hal yang tidak dapat di pahami => Diri sendiri.
Pengetahuan tentang diri sendiri adalah pengetahuan langsung.
Semua pengetahuan di luar aku = Meragukan.
Pengetahuan yang murni: Aku terlibat; Sadar; Berfikir & ikut masuk dalam masalah tersebut.
pengetahuan yang bukan aku -> pengetahuan tidak langsung,
Descartes menolak skeptisme yang membawanya justru ke arah subyektivisme.
-karna sikap skeptisme kita tidak pernah tahu apapun.
- ia meragukan pengalaman inderawi dalam menjamin kebenaran.(Rasionalisme).
-kebenaran bukan dari indera kita tapi dari pikiran-pikiran kita.
-Solipsisme =>bhasa Latin
-Solus dan ipse = “ia sendiri pada dirinya”
Objektivisme
Pandangan yang menekankan pengetahuan manusia punya ciri-ciri diluar keyakinan & kesadaran individu.
Berpatokan pada tolak ukur objek itu sendiri.
tidak tergantung pada pemikiran orang lain.
Pandangan yang menekankan pengetahuan manusia punya ciri-ciri diluar keyakinan & kesadaran individu.
Berpatokan pada tolak ukur objek itu sendiri.
tidak tergantung pada pemikiran orang lain.
3 dasar pandangan objektivisme:
-kebenaran independent (Terlepas dari diri sendiri).
-kebenaran berasal dari bukti faktual (Bukti konkrit).
-kebenaran hanya bisa disadari dari pengalaman inderawi.
-kebenaran independent (Terlepas dari diri sendiri).
-kebenaran berasal dari bukti faktual (Bukti konkrit).
-kebenaran hanya bisa disadari dari pengalaman inderawi.
Syarat-syarat yang harus di penuhi:
1. objek harus sesuai dengan indra.
2. organ hindra haris sehat dan normal.
3. ditangkap melalui media ( jadi media harus ada terlebih dahulu).
Objek Khusus : hanya menggunakan satu indra.
Objek Umum : menggunakan lebih dari satu indra.
Sifat-sifat Objek:
-Umum : objek yang sama dapat di presepsikan oleh pengamat yang tak ternatas jumlahnya.
-Permaneen baik dipersepsikan atau tidak.
1. objek harus sesuai dengan indra.
2. organ hindra haris sehat dan normal.
3. ditangkap melalui media ( jadi media harus ada terlebih dahulu).
Objek Khusus : hanya menggunakan satu indra.
Objek Umum : menggunakan lebih dari satu indra.
Sifat-sifat Objek:
-Umum : objek yang sama dapat di presepsikan oleh pengamat yang tak ternatas jumlahnya.
-Permaneen baik dipersepsikan atau tidak.
Konfirmasi:
Penegasan; Memperkuat( Dari bahasa Inggris => Confirmation).
Fungsi : Untuk menjelaskan ;menegaskan & memperkuat apa yang di dapat dari fakta.
2 Aspek Konfirmasi:
1. Kualitatif : Ada kadangkala fakta yang tidak dapat di dasarkan dengan cara kuantitatif.( hanya bisa secara kata-kata atau naratif).
2. Kuantitatif : Memastikan kebenaran ;ilmu mengemukakan komfirmasi aspek ini (dengan angka).
seperti mengumpulka sampel dan akhirna membuat suatu kesimpulan yang bersifat umm.
Konfirmasi berusaha mencari hubungan yang normatif antar hipotesis (Kesimpulan yang sementara) yang sudah di ambil fakta-fakta (evidensi).
Bila sesuai dengan hipotesis => konfirmasi => ilmu pengetahuan.
3 jenis Konfirmasi:
- Decision Theory => Kepastian berdasarkan keputussn (Hunungan fakta yang punya kegunaan).
- Estimation Theory => Kepastian dengan peluang( Probabilitas).
- Reliability Theory => Kepastian dengan mencermati stabilitas fakta (Walaupun fakta berubah Tetap sama selama ilmu yang di hubungkan sama.)
Penegasan; Memperkuat( Dari bahasa Inggris => Confirmation).
Fungsi : Untuk menjelaskan ;menegaskan & memperkuat apa yang di dapat dari fakta.
2 Aspek Konfirmasi:
1. Kualitatif : Ada kadangkala fakta yang tidak dapat di dasarkan dengan cara kuantitatif.( hanya bisa secara kata-kata atau naratif).
2. Kuantitatif : Memastikan kebenaran ;ilmu mengemukakan komfirmasi aspek ini (dengan angka).
seperti mengumpulka sampel dan akhirna membuat suatu kesimpulan yang bersifat umm.
Konfirmasi berusaha mencari hubungan yang normatif antar hipotesis (Kesimpulan yang sementara) yang sudah di ambil fakta-fakta (evidensi).
Bila sesuai dengan hipotesis => konfirmasi => ilmu pengetahuan.
3 jenis Konfirmasi:
- Decision Theory => Kepastian berdasarkan keputussn (Hunungan fakta yang punya kegunaan).
- Estimation Theory => Kepastian dengan peluang( Probabilitas).
- Reliability Theory => Kepastian dengan mencermati stabilitas fakta (Walaupun fakta berubah Tetap sama selama ilmu yang di hubungkan sama.)
Jenis-jenis Interfensi:
- Deduktif => Umum ke khusus
- Induktif => Khusus ke Umum
Interfensi deduktif {dibagi 2}:
-Interfensi Langsung : Satu pernyataan (Penarikan kesimpulan dari 1 pernyataan).
-Interfensi Tidak Langsung : 2 pernyataan / 2 Premis.
Hukum Interfensi:
- premis benar => Kesimpulan benar.
- premis salah => kesimpulan bisa benar bisa salah.
- Kesimpulan salah => Premis salah.
-kesimpulan benar => Premis bisa benar bisa salah.
Konstruksi Teori:
Teori => Model/Kerangka pemikiran yang menjelaskan fenomena /sosial.
2 kutub Arti Teori:
kutub 1 => Teori sebagai hukum eksperimental. (Hukum mendel tentang keturunan yang langsung di uji dengan observasi).
kutub 2 => Teori sebagai hukum Normal. (Teori relativitas Einsten).
Teori-teori bekembang:
1. Animisme => Percaya pada mitos.
2. Empiris => Tolak ukur sederhana
3. Teoritis => Gejala di empiris/ dijelaskan dengan teori.
- Deduktif => Umum ke khusus
- Induktif => Khusus ke Umum
Interfensi deduktif {dibagi 2}:
-Interfensi Langsung : Satu pernyataan (Penarikan kesimpulan dari 1 pernyataan).
-Interfensi Tidak Langsung : 2 pernyataan / 2 Premis.
Hukum Interfensi:
- premis benar => Kesimpulan benar.
- premis salah => kesimpulan bisa benar bisa salah.
- Kesimpulan salah => Premis salah.
-kesimpulan benar => Premis bisa benar bisa salah.
Konstruksi Teori:
Teori => Model/Kerangka pemikiran yang menjelaskan fenomena /sosial.
2 kutub Arti Teori:
kutub 1 => Teori sebagai hukum eksperimental. (Hukum mendel tentang keturunan yang langsung di uji dengan observasi).
kutub 2 => Teori sebagai hukum Normal. (Teori relativitas Einsten).
Teori-teori bekembang:
1. Animisme => Percaya pada mitos.
2. Empiris => Tolak ukur sederhana
3. Teoritis => Gejala di empiris/ dijelaskan dengan teori.
Aliran-aliran Teori:
-Reduksionisme => Suatu pernyataan abstrak ( tdk bisa diuju & diamati decara langsung).
-Intrumentalisme => pernyataan observasi agar terarah & terkonstruksi.
-Radialisme => Teori dianggap benar bila real.
-Reduksionisme => Suatu pernyataan abstrak ( tdk bisa diuju & diamati decara langsung).
-Intrumentalisme => pernyataan observasi agar terarah & terkonstruksi.
-Radialisme => Teori dianggap benar bila real.
Logika
berasal dari bahasa Yunani , Logikos => sesuatu yang di ungkapkan/ di utarakan (Lewat bahasa).
kata Logika di gunakan pertama kali oleh Zeno dari Citium (334-262 SM).
*Cabang-cabang Filsafat yang mempelajari ;menyusun& membahas asas"/ aturan formal untuk mencapai kebenaran(secara rasional).
Singkatnya: Ilmu pengetahuan & kecakapan untuk berfikir Lurus (Tepat).
berasal dari bahasa Yunani , Logikos => sesuatu yang di ungkapkan/ di utarakan (Lewat bahasa).
kata Logika di gunakan pertama kali oleh Zeno dari Citium (334-262 SM).
*Cabang-cabang Filsafat yang mempelajari ;menyusun& membahas asas"/ aturan formal untuk mencapai kebenaran(secara rasional).
Singkatnya: Ilmu pengetahuan & kecakapan untuk berfikir Lurus (Tepat).
Objek-objek Logika:
Material => Manusia
Formal => Kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran melalui pikiran & bahasa.
Manfaat Logika:
-Membantu setaip orang untuk mampu berfikir kritis; Rasional & metodis
-Mampu Mandiri.
-Menambah kecerdasan berfikir
-Meningkatkan skill bernalar
Material => Manusia
Formal => Kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran melalui pikiran & bahasa.
Manfaat Logika:
-Membantu setaip orang untuk mampu berfikir kritis; Rasional & metodis
-Mampu Mandiri.
-Menambah kecerdasan berfikir
-Meningkatkan skill bernalar
Macam-macam Logika:
Logika Kodrati (Suatu suasana ketika akal bekerja menurut hukum Logika secara sepontan,).
Logika Ilmiah (Mempertajam akal sehingga lebih Teliti & Kesesatan dapat dihindari) => Mementingkan kesahan.
Logika Formal
-Berbicara tentang kebenaran bentuk.
- Disebut juga Logika Minor.
Sebuah kebenaran dikatakan sah bila konklusi yang kita tarik bersifat logis,
Logika Material:
Logika Kodrati (Suatu suasana ketika akal bekerja menurut hukum Logika secara sepontan,).
Logika Ilmiah (Mempertajam akal sehingga lebih Teliti & Kesesatan dapat dihindari) => Mementingkan kesahan.
Logika Formal
-Berbicara tentang kebenaran bentuk.
- Disebut juga Logika Minor.
Sebuah kebenaran dikatakan sah bila konklusi yang kita tarik bersifat logis,
Logika Material:
- Membahas tentang kebenaran isi
- Disebut logika Mayor
Dikatakan benar jika sesuai kenyataan
- Disebut logika Mayor
Dikatakan benar jika sesuai kenyataan
Semua post blognya lengkap banget! bagus,kompak sekali kelompok SFROZO ini. Nilainya 100!!! :)))
BalasHapus